Modul 2 Percobaan 4 Kondisi 4

 [KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA]


TUGAS PENDAHULUAN DAN LAPORAN AKHIR 2

PERCOBAAN 4

 1. Prosedur [kembali]

  1. Membuka Wokwi dan membuat project baru dengan menggunakan board STM32 Nucleo C031C6, kemudian menambahkan komponen berupa push button sebagai input, LED sebagai indikator visual, buzzer sebagai indikator suara, serta resistor sebagai pembatas arus.
  2. Menyusun rangkaian dengan menghubungkan push button ke pin input mikrokontroler (misalnya ke pin A0 atau PA0) dengan konfigurasi pull-down resistor ke GND, kemudian menghubungkan LED ke salah satu pin output (misalnya D2/PB0) melalui resistor dan buzzer ke pin output lainnya (misalnya D3/PB1), serta memastikan semua VCC dan GND terhubung dengan benar.
  3. Menuliskan program pada editor Wokwi untuk membaca kondisi push button sebagai simulasi sensor jarak, dimana tombol ditekan dianggap sebagai kondisi objek mendekat (jarak dekat) dan tidak ditekan sebagai kondisi objek jauh.
  4. Menambahkan logika kontrol pada program yaitu ketika tombol tidak ditekan maka LED dan buzzer dalam kondisi mati, ketika tombol ditekan sebagian maka LED menyala sebagai indikator jarak mulai dekat, dan ketika kondisi tertentu (misalnya logika tambahan atau penekanan penuh) maka buzzer juga aktif sebagai tanda jarak sangat dekat.
  5. Menjalankan simulasi dengan menekan tombol start pada Wokwi, kemudian melakukan pengujian dengan menekan dan melepas push button untuk mensimulasikan perubahan jarak objek terhadap sensor.
  6. Mengamati hasil output dimana saat tombol ditekan LED akan menyala dan buzzer dapat ikut aktif sebagai peringatan, sedangkan saat tombol dilepas semua output kembali mati, sehingga sistem dapat mensimulasikan fungsi dasar deteksi jarak parkir mundur secara sederhana.

 2. Hardware[kembali]

a) Mikrokontroler STM32 NUCLEO-G474RE








2. Flame Sensor






3. Float Switch


4. Buzzer



5. Power Supply

 
6. RGB LED
Jual LED RGB 4 PIN WARNA MERAH HIJAU BIRU 5mm ( ARDUINO ) - Common Cathode  - Jakarta Barat - Ardushop-id | Tokopedia

7. Resistor 1k Ohm



8. Adaptor






Diagram Blok  :



 3. Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja [kembali]


Prinspi Kerja: 

Sistem kendali tangki minyak otomatis ini berpusat pada mikrokontroler STM32 Nucleo C031C6 yang mengolah input dari float sensor dan flame sensor untuk mengoperasikan relay, LED, serta buzzer. Saat perangkat diaktifkan, mikrokontroler secara kontinu memantau level minyak melalui float sensor. Jika volume minyak turun di bawah ambang batas, sistem akan memicu relay untuk menyalakan pompa pengisian, dan secara otomatis memutus aliran listrik pada relay ketika tangki telah penuh guna mencegah terjadinya luapan (overflow).

Di sisi lain, aspek keamanan sistem dikelola oleh flame sensor yang berfungsi mendeteksi adanya percikan atau nyala api di area sekitar tangki. Apabila sensor tersebut menangkap sinyal bahaya, mikrokontroler akan segera mengambil tindakan preventif dengan menonaktifkan relay demi menghentikan seluruh operasional aliran minyak. Secara simultan, sistem akan mengaktifkan LED sebagai sinyal visual dan buzzer sebagai alarm auditif agar pengguna dapat segera merespons kondisi darurat tersebut dengan cepat.

 4. Flowchart dan Listing Program [kembali]





Listing Program:
#include "main.h"
void SystemClock_Config(void);
static void MX_GPIO_Init(void);
int main(void)
{
HAL_Init();
SystemClock_Config();
MX_GPIO_Init();
while (1)
{
GPIO_PinState flame_state;
GPIO_PinState float_state;
flame_state = HAL_GPIO_ReadPin(FLAME_PORT, FLAME_PIN);
float_state = HAL_GPIO_ReadPin(FLOAT_PORT, FLOAT_PIN);
/* ===== FLAME SENSOR ===== */
if (flame_state == GPIO_PIN_SET)
{
/* Api terdeteksi */
HAL_GPIO_WritePin(LED_PORT, LED_PIN, GPIO_PIN_SET);
HAL_GPIO_WritePin(BUZZER_PORT, BUZZER_PIN, GPIO_PIN_SET);
}
else
{
HAL_GPIO_WritePin(LED_PORT, LED_PIN, GPIO_PIN_RESET);
HAL_GPIO_WritePin(BUZZER_PORT, BUZZER_PIN, GPIO_PIN_RESET);
}
/* ===== RELAY / POMPA ===== */
if ((flame_state == GPIO_PIN_SET) || (float_state == GPIO_PIN_SET))
{
/* Api ATAU tangki penuh → pompa MATI */
HAL_GPIO_WritePin(RELAY_PORT, RELAY_PIN, GPIO_PIN_RESET);
}
else
{
/* Aman & tangki belum penuh → pompa HIDUP */
HAL_GPIO_WritePin(RELAY_PORT, RELAY_PIN, GPIO_PIN_SET);
}
HAL_Delay(100);
}
}
static void MX_GPIO_Init(void)
{
GPIO_InitTypeDef GPIO_InitStruct = {0};
__HAL_RCC_GPIOA_CLK_ENABLE();
/* INPUT */
GPIO_InitStruct.Pin = FLAME_PIN | FLOAT_PIN;
GPIO_InitStruct.Mode = GPIO_MODE_INPUT;
GPIO_InitStruct.Pull = GPIO_PULLDOWN;
HAL_GPIO_Init(GPIOA, &GPIO_InitStruct);
/* OUTPUT */
GPIO_InitStruct.Pin = LED_PIN | BUZZER_PIN | RELAY_PIN;
GPIO_InitStruct.Mode = GPIO_MODE_OUTPUT_PP; 
 GPIO_InitStruct.Pull = GPIO_NOPULL;
GPIO_InitStruct.Speed = GPIO_SPEED_FREQ_LOW;
HAL_GPIO_Init(GPIOA, &GPIO_InitStruct);
/* Relay default ON */
HAL_GPIO_WritePin(RELAY_PORT, RELAY_PIN, GPIO_PIN_SET);
}
void SystemClock_Config(void)
{
/* Clock default CubeIDE */
}
void Error_Handler(void)
{
while (1) {}
}


#ifndef __MAIN_H
#define __MAIN_H
#ifdef __cplusplus
extern "C" {
#endif
#include "stm32c0xx_hal.h"
/* ====== INPUT ====== */
#define FLAME_PIN GPIO_PIN_0
#define FLAME_PORT GPIOA
#define FLOAT_PIN GPIO_PIN_1
#define FLOAT_PORT GPIOA
/* ====== OUTPUT ====== */
#define LED_PIN GPIO_PIN_5
#define LED_PORT GPIOA
#define BUZZER_PIN GPIO_PIN_6
#define BUZZER_PORT GPIOA
#define RELAY_PIN GPIO_PIN_7
#define RELAY_PORT GPIOA
void Error_Handler(void);
#ifdef __cplusplus
}
#endif
#endif /* __MAIN_H */ 

 5. Video Demo [kembali]


Percobaan 4

 6. Kondisi [kembali]

Percobaan 4 Sistem Kontrol Otomatis Tangki Minyak

Kondisi 7 : Buatlah rangkaian seperti pada gambar percobaan 4 dengan kondisi ketika flame sensor mendeteksi adanya nyala api dan pompa dalam keadaan mati, maka LED indikator merah menyala dan buzzer berbunyi sebagai alarm peringatan, sedangkan pompa tetap dalam kondisi mati.

7. Video Simulasi [kembali]


8. Link Download [kembali]

Komentar

Postingan populer dari blog ini